salah satu kemarahan

kemarahan yang tidak tersalurkan mengendap menjadi sebuah virus dendam yang berbahaya


Mungkin kemarahan terpendam itu memang tidak baik walaupun begitu ketika semua tidak terpikirkan lagi kita sudah berdamai dengan diri kita dengan mengatakan "i`m ok.. i`m fine and i don`t give a damn about it anymore" . Menyadari pada satu waktu kita tidak bisa begini terus. Tapi yang lebih menyebalkannya lagi ketika kita tidak melakukan apa - apa,ketika kita sudah menyerah dan pasrah bahwa tidak akan kemarahan lagi, ada aja percikan - percikan yang membuat kita tersulut.

Mungkin juga saya kurang bersabar. tapi jujur,saya lelah. Ketika semua orang menikmati hasil mendzolimi saya hanya pasrah dan berkata bahwa ini bukan rezeki saya.tapi apa perlu mendzolimi orang lain untuk mendapatkan yang mereka mau? membanggakan sesuatu yang tidak pernah menjadi bagian dari hidupnya? tidak terlahir dari rahimnya? dan harus kita yang sama sekali tidak pernah tau apa" jadi ikut tertuduh,tersudut,dan terjelekkan?

ketika saya hanya bisa berdoa dan menangis? apa Tuhan mendengar?

saya bersyukur apa telah terjadi,walaupun pahit. Tapi apakah sepadan dengan kelelahan ini?


kemarahan itu tidak terlampiaskan dengan baik tapi,lebih baik mereka tidak pernah dalam hidup saya.

Comments

Popular posts from this blog

MY NEW TITLE : FULL TIME MOM

Heartache

The longer Path