Drama Saya

Beberapa minggu ini adalah hari - hari paling buruk dalam hidup saya. Ga tau kenapa. mungkin karena kerjaan yang dari hari ke hari makin ga jelas,atau kehidupan sosial yang mulai memudar,atau ga ada seseorang yang bisa jadikan partner curhat, atau karena gejala datang bulan atau bahkan menjelang bulan tak akan datang.Eh! Yang pasti hari - hari gelap segelap seragam selalu mewarnai ritme hidup saya yang selalu berusaha tampil pinky,yellow,green,sampai oranji.

Mari kita mulai dengan drama babak 1 : Pekerjaan.

istilah you`ll get pay based on your capacity itu adalah istilah omong kosong. tapi semua drama kerjaan pasti kurang lebih sama. gaji kecil pekerjaan besar, gaji besar cuma tanda tangan dan dipotong pajak lebih tinggi. Kalo bukan karena isi perut, gincu mahal, bensin mahal, dan bayaran atas tingkat stress di atas rata - rata, saya pasti sudah hengkang,tunggang langgang lari dari sini. tapi karena belum ada tawaran lain bearti saya harus memaksakan sepenuh hati sisa sisa tenaga dan pikiran. Bagi mereka yang kagum atas prestasi saya masuk perusahaan ini sungguh betul betul buta. Selalu saya camkan dalam lubuk hati terdalam motto gorjes yang sudah disebarkan diluar jakarta " baju hitam, hati putih, perut kenyang, senyum 8 juta" . ketika saya diterima disini senang ya iya. tapi kan rumput sapi lebih indah daripada rumput babi. eh...babi bukannya di lumpur yaa?!. dengan semangat pejuang tanggung saya siap menaklukkan tantangan. nyatanya.... saya diseret - seret seperti alas kaki yang tak pernah jelas kenapa sang pemilik sepatu akan berhenti.

tapi saya selalu berkata i did my best but i guess my best was not good enough. dan nyatanya selalu tidak pernah ada kata yakk..good job keluar dari orang - orang gila perfeksionis yang tak jelas apa yang masuk sempurna dalam kategori mereka.
satu - satunya orang yang selalu memberikan komplimen good job adalah seseorang yang bukan atasan saya. hah!

Drama itu terus menerus mengerak dalam hati saya. hingga saya berpikir apakah ini pekerjaan yang tepat buat saya? atau saya harusnya malah jadi penari?? eh..kok melenceng jauh yaa. Drama ini membuat saya menjadi orang yang paling cepat naik pitam secepat roller coaster. brings out the worse in me as a person.

tapi, selama hayat masih di kandung badan,selama gaji dan spj belum terbayarkan maka tidak ada yang dapat saya lakukan. in this stage of drama i`d say " Dear GOD only you who can save me from destroying myself"

Drama ke 2 : Kehidupan Sosial
seiring dengan tingkat kerjaan yang kadang bisa pulang cepet dan kadang ga pulang" kehidupan sosial jelas terganggu. Ketika saya muak dengan drama kerjaan saya sudah terlalu lelah untuk menjamu sebuah hiburan dalam hidup saya . Alhamdulillah, saya masih punya sahabat" yang tidak perlu diberi alasan kenapa saya butuh karena mereka selalu ada. Berbarengan dengan ini kacau pula hidup sosial bidang percintaan. Tidak ada satupun yang mampu membuat saya benar - benar Kepala jadi kaki kaki jadi jari. Ketika saya ingin membuka pintu, pintu itu digembok, grendel,kunci yang membuat saya hanya mampu melambaikan tangan dari jendela. Dan ini bukan sesuatu yang saya banggakan. Saya rela mengganti waktu - waktu jumawa menjadi wanita karir dengan bisa bersanding dengan partner yang memang saya butuhkan. tidak... saya tidak berbangga jadi wanita karir berposisi tinggi karena itu semakin membuat saya makin lonely.

Drama 3 : keluarga tercinta

layaknya seperti efek domino,keluarga pun tanpa alasan yang jelas akan selalu menjadi korban. Kapan saya pernah menyempatkan waktu bersama keluarga? karena ketika kesempatan itu datang saya memilih untuk berhibernasi sambil bermeditasi di dalam kamar. Tak punya waktu mendengarkan gosip - gosip murahan siapa yang hamil?siapa yang kawin? atau siapa yang telah naik kelas?. Walaupun begitu adanya saya selalu berusaha walaupun capenya luar biasa untuk menempatkan diri sebagai salah satu keluarga. Hingga blog ini diturunkan saya masih terhitung anggota keluarga.

drama ini kita yang tau cara menggugah penonton dalam kepala kita dan tidak pernah tau kapan akan berhenti. Tapi saya akui,mungkin saya sedang kurang mensyukuri pertunjukan ini. karena saya sedang dalam emosi tingkat tinggi. Namun, saya yakin bahwa saya tidak akan bisa berdiri sendiri tanpa bantuan yang tak kasat mata.

Comments

Popular posts from this blog

MY NEW TITLE : FULL TIME MOM

Heartache

The longer Path