Cerita saya
Memulai awal tahun yang berat... Lebih berat dari tahun sebelumnya. Cobaan kali terasa lebih 'lengkap'
Dimulai dengan awal pernikahan saya harus mengalami keguguran sehingga saya harus melakukan tindakan operasi dan sedang berada di luar negeri. Biaya tentunya tidak sedikit, alhamdulillah Allah kasih rezeki sampai saya bisa balik ke tanah air. Ujian pernikahan kami dimulai ketika kebanyakan orang masih menikmati indahnya bulan madu. Kami harus menghadapi kehilangan calon bayi, biaya pengobatan yang tidak sedikit dan kondisi kami yang mencoba bertahan dengan single income.
Dibalik hadiah yang Allah kasih, saya sangat bersyukur betapa nikmatnya diberikan suami yang rela menemani saya hampir 24 jam, diberi kesempatan lebih dekat dengan sahabat sahabat saya yang jauh,diberi nikmat pemulihan yang cepat. Ada malam malam dimana saya menangis karena menurut saya, saya tidak kuat menerima sakit bertubi tubi.. Hidup saya yang serba cepat dalam 24 jam berubah mnjadi lambat. Jalan cepat menjadi kembali belajar brjalan, bangun tidur menjadi sulit untuk bangun dan membuka mata, mandi pun menjadi seperti anak bayi yg harus dimandikan.
Dibalik hadiah yang Allah kasih, jauh dari keluarga, dalam ruangan yang gelap dan sendiri saya menikmati kesendirian saya, menikmati kebersamaan dengan Sang Pencipta, istighfar mengalir dan air mata meleleh, al fatihah terlafal , dan mengingat ayah saya dan merasakan bagaimana beliau melewati hari hari gelap di rumah sakit menahan dan berdialog dengan Allah.
Ketika akhirnya saya berangsur pulih, saya kembali beraktifitas. Dan saat saya sepertinya bersemangat.....saya menerima berita bahwa mungkin saya akan kena lay off.. Tidak secara langsungn tp diberikan dalam bentuk cerita.
Hati saya gundah, sedih, dan kecewa terhadap diri saya sendiri.
Begitu banyak pertanyaan di dalam hati saya , yang membuat saya kecewa...
Saya kurang giat kah bekerja? Saya kurang fokus kah? Saya kurang ini dan saya kurang itu...
Yah..saya sedang di judge oleh dunia. Saya sedang dimusuhi oleh diri saya sendiri...
Dan puncak kesedihan ini saya serahkan kembali sama Allah,
Ya Tuhan...saya tidak punya kuasa apa yang akan terjadi sma diri saya hari ini esok dan nanti
Dan saya hanya bisa meminta kekuatan melalui ini seperti Allah telah memberikan aku kekuatan untuk sembuh setiap hari.
Comments
Post a Comment