Weekend note
Hari Sabtu ada sebuah teks ajakan berjumpa & berkumpul merayakan hari ulang tahun sahabat. Sebuah ajakan yang sempat membuat ragu untuk datang, lalu kemudian rindu lebih besar. yah.. saya rindu teman2x saya ; teman2x lama yang jasanya sudah tidak terhingga. Walaupun seiring waktu punya jalan masing2x , hari ini kami berdamai kembali ke masa lalu.
lalu blast text itupun terjadi... saya berpikir siapa saja yang akan hadir dalam perhelatan ini. Terakhir saya bertemu mereka tahun lalu, bahkan ada yang lebih jauh dari itu. Memang, keputusan yang saya buat bukanlah yang tepat, tapi pada saat itu baiknya menjauh. Kalo kata orang2x yang siap putus sama pasangan dan sudah menjadi klise " Bukan kamu, tapi saya".
Hari yang dinanti pun tiba, seperti kembali ketika semuanya tanpa beban, semua tertawa lepas, padahal kami tahu persis setiap melihat setiap orang diruangan, mereka punya masalahnya masing2x dan hari ini kami khusus kan diri untuk lepas dari masalah kami masing2x.
Perasaan saya "random". merasa nyaman di ketidaknyamanan. Menjauh sekian lama menjadikan saya seperti skip satu waktu. Tapi tak apalah, membangun silaturahmi dan senang hati berjumpa mereka semua.
we are grown together, but live our lives with our own believes different, and we have to accept as our life continue.
lalu blast text itupun terjadi... saya berpikir siapa saja yang akan hadir dalam perhelatan ini. Terakhir saya bertemu mereka tahun lalu, bahkan ada yang lebih jauh dari itu. Memang, keputusan yang saya buat bukanlah yang tepat, tapi pada saat itu baiknya menjauh. Kalo kata orang2x yang siap putus sama pasangan dan sudah menjadi klise " Bukan kamu, tapi saya".
Hari yang dinanti pun tiba, seperti kembali ketika semuanya tanpa beban, semua tertawa lepas, padahal kami tahu persis setiap melihat setiap orang diruangan, mereka punya masalahnya masing2x dan hari ini kami khusus kan diri untuk lepas dari masalah kami masing2x.
Perasaan saya "random". merasa nyaman di ketidaknyamanan. Menjauh sekian lama menjadikan saya seperti skip satu waktu. Tapi tak apalah, membangun silaturahmi dan senang hati berjumpa mereka semua.
we are grown together, but live our lives with our own believes different, and we have to accept as our life continue.
Comments
Post a Comment