The ability to love

Pernah punya seserorang yang terdekat,pernah dekat ,masih dekat ato di dekat dekatin yang setiap kali kamu mendengar namanya, atau membaca text yg cuma berisi hai, ataupun ketemu hati kamu tiba tiba berasa salah posisi. Drop, deg degan, bingung mau ngmong apa.

Saya pernah...


Ibarat superman ketemu batu kryptonite yg melemahkan sistem pertahanan tubuh
Ibarat harry potter menjadi horcrux voldemort.

Buat saya, seseorang yg menjadikan saya tiba tiba lemah dan lengah ini adalah peer tersulit dalam sejarah pelajaran ilmu ikhlas-in aja. Semua mendadak frozen yg lagu let it go nya seolah ga punya arti.


Sampai hari ini jika saya akan bertemu lagi which sudah pernah saya temui dalam keadaan -dimana-menurut saya udah ikhlas-tp ternyata masih nyeri, saya ga tau harus gimana. Tuhan itu suka kasih ujian dadakan yang kadang ga siap mental melakukannya. 


6 tahun lalu, saya mencintai seseorang. Buat saya yang sangat susah di handle spt saya,dicintai orang itu kayak kemewahan sementara kemampuan saya mencintai itu sebenernya patut dipertanyakan sama diri saya sendiri. Tapi saya mampu. Mencintai sepenuh hati,bertahan atas semua perbedaan,dan terpuruk dalam kebodohan mencintai itu sendiri.

Dalam prosesnya ternyata energi tentang dia yang nempel itu kuat sekali, Saya ketemu dia lagi setelah 6 tahun dengan perasaan bahwa it`s going to be ok,  I forgive and forget. But the truth is ... is not that easy. After 6 years, he apologized what he did to me made me suddenly numb. Suddenly all those stupid memories started to come in flash image. The way he treated me, the way he left me.


Sekarang sih dianya udah bahagia, udah punya keluarga sendiri yang menurut dia ---disaat itu diujung tanduk. Kesempatan buat saya lagi nih ceritanya? tentu...TIDAK!!
walaupun cinta saya sama dia sepertinya kekal bertahan lama dan awet, tapi saya bukan orang bodoh yang akan memporak-porandakan rumah tangga orang cuma demi cinta.

pelajaran yang saya terima kemarin berat banget sebenernya.. berat melepaskan bahwa sebenernya saya masih terlihat menunjukkan  saya care dan ga perlu sebenernya.



setelah pertemuan pertama itu, 3 bulan berikutnya..... dia kembali" melukai" hati saya. Meninggalkan saya.


Apa saya pantas menerima ini ? mungkin

tapi dia lebih tak pantas lagi mendapatkan perhatian saya. Biar dia tahu di dunia ini masih ada basa basi. Jika suatu hari saya ketemu lagi, jika tiba2x saya meminta pertolongan dia, ketahuilah bahwa saya tak pernah menanam benci , saya cuma pengen dia malu. Malu atas perbuatannya :)



It`s not love,.,,, it`s the ability to see love. 


Comments

Popular posts from this blog

MY NEW TITLE : FULL TIME MOM

Heartache

The longer Path